Gangguan Eliminasi Urin - SDKI

Gangguan Eliminasi Urin: Penyebab, Gejala, dan Kondisi Klinis Terkait

Gangguan Eliminasi Urin: Penyebab, Gejala, dan Kondisi Klinis Terkait

Memahami fungsi eliminasi urin sangat penting dalam menjaga kesehatan sistem kemih dan keseimbangan cairan tubuh. Gangguan eliminasi urin dapat menjadi indikator adanya masalah pada ginjal, kandung kemih, maupun sistem saraf yang mengatur proses buang air kecil. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan dan masyarakat umum untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan ini agar dapat dilakukan penanganan yang tepat.

Definisi

Disfungsi eliminasi urin merupakan kondisi di mana seseorang mengalami gangguan dalam proses pembuangan urin, baik dalam bentuk frekuensi berkemih yang tidak normal, kesulitan mengontrol buang air kecil, maupun ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih secara sempurna.

Penyebab

  • Penurunan kapasitas kandung kemih
  • Iritasi kandung kemih
  • Penurunan kemampuan menyadari tanda-tanda gangguan kandung kemih
  • Efek tindakan medis dan diagnostik (misalnya operasi ginjal, operasi saluran kemih, anestesi, dan penggunaan obat-obatan tertentu)
  • Kelemahan otot pelvis
  • Ketidakmampuan mengakses toilet (misalnya pada pasien dengan imobilitas)
  • Hambatan lingkungan
  • Ketidakmampuan mengkomunikasikan kebutuhan eliminasi
  • Outlet kandung kemih tidak lengkap (misalnya anomali saluran kemih kongenital)
  • Imaturitas (pada anak usia < 3 tahun)

Gejala dan Tanda Mayor

Subjektif

  • Desakan berkemih (urgensi)
  • Urin menetas (dribbling)
  • Sering buang air kecil
  • Nokturia
  • Mengompol
  • Enuresis

Objektif

  • Distensi kandung kemih
  • Berkemih tidak tuntas (hesitancy)
  • Volume residu urin meningkat

Gejala dan Tanda Minor

Subjektif

(Tidak tersedia)

Objektif

(Tidak tersedia)

Kondisi Klinis Terkait

  • Infeksi ginjal dan saluran kemih
  • Hiperglikemia
  • Trauma
  • Kanker
  • Cedera, tumor, atau infeksi medula spinalis
  • Neuropati diabetikum
  • Neuropati alkoholik
  • Stroke
  • Penyakit Parkinson
  • Sklerosis multipel
  • Penggunaan obat alfa-adrenergik

Keterangan

Diagnosis gangguan eliminasi urin bersifat umum dan sering digunakan dalam praktik klinik ketika perawat belum dapat mengidentifikasi penyebab spesifik dari inkontinensia atau retensi urin. Setelah penyebab lebih spesifik ditemukan, diagnosis dapat diperjelas menjadi jenis inkontinensia atau retensi tertentu.

Kesimpulan

Gangguan eliminasi urin merupakan masalah yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien jika tidak ditangani dengan tepat. Deteksi dini dan intervensi keperawatan yang sesuai sangat penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan fungsi eliminasi urin secara optimal. Dengan pemahaman yang baik, perawat dapat memberikan asuhan yang lebih efektif dan komprehensif bagi pasien dengan gangguan ini.

Sumber: Buku Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), 2017.

Posting Komentar untuk "Gangguan Eliminasi Urin - SDKI"