Inkontinensia Urin Berlanjut - SDKI

Inkontinensia Urin Berlanjut: Penyebab, Gejala, dan Kondisi Klinis Terkait

Inkontinensia Urin Berlanjut: Penyebab, Gejala, dan Kondisi Klinis Terkait

Kesehatan sistem kemih sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan kenyamanan hidup sehari-hari. Salah satu gangguan yang sering menimbulkan ketidaknyamanan adalah inkontinensia urin berlanjut. Memahami kondisi ini penting agar deteksi dan penanganan dapat dilakukan lebih dini untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Definisi

Inkontinensia urin berlanjut adalah kondisi di mana terjadi pengeluaran urin yang tidak terkendali dan terus-menerus tanpa adanya distensi atau rasa penuh pada kandung kemih. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang karena menyebabkan kebocoran urin yang berlangsung lama.

Penyebab

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan inkontinensia urin berlanjut antara lain:

  • Neuropati arkus refleks
  • Disfungsi neurologis
  • Kerusakan refleks kontraksi detrusor
  • Trauma
  • Kerusakan medula spinalis
  • Kelainan anatomis seperti fistula

Gejala dan Tanda Mayor

Subjektif

  • Keluarnya urin konstan tanpa distensi
  • Nokturia lebih dari 2 kali sepanjang tidur

Objektif

  • (Tidak tersedia)

Gejala dan Tanda Minor

Subjektif

  • Berkemih tanpa sadar
  • Tidak sadar inkontinensia urin

Objektif

  • (Tidak tersedia)

Kondisi Klinis Terkait

  • Cedera kepala
  • Trauma
  • Tumor
  • Infeksi medula spinalis
  • Fistula saluran kemih

Kesimpulan: Inkontinensia urin berlanjut merupakan kondisi medis yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat memengaruhi kenyamanan dan harga diri pasien. Deteksi dini, diagnosis tepat, dan perawatan yang sesuai sangat penting untuk membantu pasien mendapatkan kembali kontrol terhadap fungsi berkemih dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Sumber: Buku Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), 2017.

Posting Komentar untuk "Inkontinensia Urin Berlanjut - SDKI"